Senin

Cerpen Gemritt Foury karya M. Shoim Anwar


Menjadi pelaku utama dalam sebuah cerprn atau novel memang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis maupun bagi pembaca yang mempunyai kadar nilai rasa yang beragam. Dalam cerpen Gembrit Foury ini M. Shoim Anwar selaku penulis mengayunkan langkahnya di tengah raungan alat perang. seperti pada kutipan “Mendekati pukul dua malam tiba-tiba terdengar tembakan di luar. Saya dan Gembritt terkejut. tampaknya tembakan terjadi di bawah apartemen ini. Gambrit segera bangkit dan saya menyusulnya. Kami melihat ke bawah melalui kaca jendela. “mereka kaum oposisi” kata Gembritt.( Anwar, 2014:149).
Namun walaupun dalam situasi negara yang semakin memanas bagai sengatan lebah ini, Shoim Anwar tetap bertahan di sana untuk menghilangkan rasa penasarannya terhadap Gembritt Foury. Rasa penasaran memang tidak mudah dihilangkan oleh seseorang. Rasa penasaran akan selalu hadir jika belum menemukan jawaban atas pertanyaannya.
Tak kenal maka tak sayang” pepatah ini memang cocok di berikan untuk Shoim Anwar. Keingintahuannya itu di wujudkan melalui hubungan yangistimewa dengan seorang wanita yang terasa hidup dengan baik di tengah polemic Negara. Kehidupan malam yang di geluti Gembritt semakin membuat Shoim Anwar penuh dengan pertanyaan yang kian membelitnya.
keingintahuan Shoim Anwar ini semakin bertambah besar setelah mengenal dengan teman wanitanya ini. Ia tidak menemukan jawaban atas pertanyaan siapa sebenarnya Gembritt Foury. Walau ia berusaha menebak siapa Gembritt lewat aktivitas kehidupannya setiap hari, akan tetapi yang ada hanyalah nilai negative untuk Gembritt. Rasa keingintahuan Shoim Anwar ini mengalahkan dan mengabaikan apa yang terjadi pada pemerintahan Kuba sebenarnya, bahkan ia tidak peduli dengan kehidupan di Kuba yang sangat genting itu. Baginya identitas Gembritt adalah perioritas utama. seperti kutipan “Sebagai orang asing, saya tidak mempunyai kepentingan langsung dengan situasi ini. Orang-orang bergerombol di sana-sini saya lewati saja. Sementarra polisi mondar-mandir di jalanan. Hari sudah sore. Dari sini saya melesat ke Akademi Dansa. Saya agak tak percaya kalau Gembritt jadi ke Vigia”. (Anwar, 2014:153).
Di sini penulis menjelma sebagaidetektif khusus untuk mencari informasi dan mendatangi tempat-tempat yang dapat memberikan keterangan tentang misteri penasarannya. yang sampai pada akhirnya ia merasa leleh dan memyimpulkan sementara tentang Gembritt dengan bukti-bukti bahwa Gembritt bukan wanita baik-baik. Perasaan putus asa ini seakan di dukung oleh situasi dan konsisi kota Kuba yang semakin hari kian memanas., perang antar kelompok pendukung semakin menjadi dan korbanpun berjatuhan karena di cium peluru nyasar dan buas, Shoim Anwarpun memutuskan untuk pulang.

Akan tetapi karena rasakeingintahuannya yang memang cukup besar dan tidak puas dengan hasil simpulan sementara yang di buatnya itu, juga karena belum ada bukti yang otentik atas kesimpulannya itu. Iapun membawa tubuhnya ke tempat tinggal Gembritt diasana ia di kejutkan dengan aliran darah Gembritt yang di temukan telah tewas di kamar apartemennya membuat rasa penasaran Shoim Anwar semakin tak menemukan jawaban……